MENIMBANG PEMBELAJARAN ISLAMI SEBUAH KEHARUSAN DAN KEBUTUHAN

Posted: March 14, 2009 in 1. Artikel Dosen

Ayi Zaenal Arifin, M.Pd.

(Dosen STIT MAA Jakarta & Trainer Character Building Jakarta)

 

Pendahuluan

Model pembelajaran dalam Islam disamping harus bisa dimengerti akal  (ilmiah) juga harus sesuai dengan tuntunan Al-Quran. Pada prakteknya, proses pembelajaran dalam pendidikan Islam selalu memperhatikan perbedaan individu, peserta didik serta menghormati harkat, martabat dan kebebasan berfikir mengeluarkan pendapat dan menetapkan pendiriannya, sehingga bagi peserta didik belajar merupakan hal yang menyenangkan  sekaligus mendorong kepribadiannya berkembang secara optimal, sedangkan bagi guru, proses pembelajaran merupakan kewajiban yang bernilai ibadah yang akan  dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dalam Islam ilmu itu harus dicari bukan diberikan atau dihadiahkan. Umat Islam diwajibkan belajar sepanjang hayat dan mencari ilmu kemanapun sekalipun harus merangkak. Tugas kita adalah,  melalui jembatan pendidikan, ajaran Islam hendaknya selalu menyeleksi warisan-warisan masa lalu yang agung dan relevan, sambil menciptakan hal-hal yang baru sesuai dengan tuntutan zaman. Ini bisa dilakukan selama  kita mempunyai kesungguhan dan keseriusan untuk mau mempelajari dan mengamalkannya. Meminjam istilah Quraish Shihab bahwa Al-Quran laksana lautan emas dan mutiara yang sangat indah. Hal ini mengisyaratkan bahwa Al-Quran berisi  kandungan ayat-ayat yang mulia dan agung sekaligus sebagai tuntunan juga pedoman bagi manusia yang harus dipraktekkan dalam kehidupannya, khususnya dalam pendidikan. Karena pembelajaran dalam Islam idealnya harus membimbing dan mendidik manusia secara utuh menuju manusia yang paripurna.

Faktor-faktor ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk terus berkreasi, mencipta dan belajar diantaranya : pertama, ajaran Islam menghormati dan meletakkan akal pada tempat dan posisi yang sangat  terhormat, menyuruh manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memeriksa dan memikirkan alam semesta (QS.3:189-190). Kedua, ajaran Islam mewajibkan setiap pemeluknya (lelaki dan perempuan) untuk menuntut ilmu, artinya bahwa hidup tidak boleh berhenti belajar untuk menuju kualitas dan kesempurnaan. Ketiga, ajaran Islam melarang umatnya hidup bertaqlid buta, mudah ikut-ikutan mengamalkan sesuatu tanpa tuntunan dan pedoman yang jelas (QS. 17:36). Keempat, ajaran Islam mengarahkan pemeluknya untuk merintis jalan yang belum ditempuh membuat inisiatif dalam hal keduniaan yang bermanfaat untuk masyarakat dan alam semesta. Kelima, ajaran Islam menyuruh memeriksa kebenaran walaupun datangnya dari kaum yang berlainan bangsa dan kepercayaan. Keenam, ajaran Islam mengajarkan bahwa dalam setiap kesulitan (tantangan) pasti terdapat kemudahan, artinya hadapilah setiap tantangan niscaya sewaktu-waktu menemukan keberuntungan. Ketujuh, Islam yang asal aslinya bahasa Arab “aslama” yang artinya keselamatan, kedamaian, berserah diri secara total kepada Allah SWT. Ini mengisyaratkan bahwa ajaran Islam harus senantiasa memancarkan semangat berbuat kebajikan (rahmatan lil’alamin).

Tantangan Pembelajaran dalam globalisasi

Watak kehidupan zaman globalisasi dapat dipotret dan diretas sebagai berikut :

a.       Potret Kehidupan global yang mengkhawatirkan berjalan serba cepat, ruwet tetapi kreatif, cepat berubah, berkembang dan cepat usang. Bahkan disisi lain telah terjadi sindrome penjungkir balikan nilai-nilai yang luar biasa.disisi lain dituntut menegakan nilai kemanusian dan demokrasi tapi disisi lain mencederainya. Kondisi ini menyuguhkan para pelajar untuk melakukan pilihan-pilihan. Pertanyaannya, kita dituntut untuk dapat menemukan model pembelajaran yang mampu mengantarkan anak didik memilih pilihan yang tepat tanpa kehilangan peluang dan identitasnya.

b.      Dalam kehidupan global, terbuka terjadinya peristiwa yang dahsyat secara tiba-tiba  juga dengan mudah menghancurkan kehidupan yang sudah harmonis, tenang dan teratur.Seperti terjadinya peristiwa serangan yang dilakukan tentara Israel terhadap palestina di ahir tahun 2008.Hampir Semua negara-negara dunia mengutuknya akibat kebiadaban dan kejahatan Israel tersebut.Namun Israel sangat bandel untuk mudah  taat terhadap seruan semua bangsa-bangsa di dunia supaya cepat mengahiri serangan ke palestina. PR besar yang harus dijawab adalah mampukah kita menemukan model pembelajaran yang mengajak  anak didik kita tidak mudah terkejut, heran, mudah putus asa bahkan  mudah terbawa arus negatif.Tantangannya adalah kita harus  mampu menemukan model pembelajaran yang membawa anak didik kita selalu tegar, optimis dan kuat dalam keyakinannya disamping tetap optmis.

c.       Kehidupan global yang serba cepat dan sarat dengan perubahan bahkan sulit diprediksi, di satu sisi ada peluang positif untuk tumbuh dan berkembang di sisi lain terbuka peluang untuk sebuah kegagalan dan kehancuran, tantangannya adalah mampukah kita dengan cerdas menemukan kunci  model pembelajaran yang  terbiasa  mengajak anak didik dengan cepat menangkap makna dari setiap peristiwa yang terjadi.di sisi lain mampu menempatkan dirinya  pada posisi yang tepat sekaligus mengambil posisi yang strategis tanpa melanggar etika moral dan agama.Hal lain yang terpenting adalah  anak didik bangsa Indonesia tidak tertinggal dalam kehidupan global untuk tetap berprestasi dan maju.

d.       Kehidupan modern yang ditandai dengan paradox global, seringkali melahirkan pemikiran, ide, pernyataan-pernyataan yang saling kontradiksi, membingungkan, bahkan saling meniadakan satu sama lain. Esensi dari itu semua adalah anak-anak kita dituntut untuk cepat menangkap menghasilkan makna baru.

e.       Itulah tanda-tanda kehidupan global. Bila dipetakan masalahnya sungguh sangat panjang dan sangat serius  baik yang positif maupun negatif.       

Singkat kata, anak didik dalam kehidupan global dituntut harus mampu hidup mandiri. Siap dalam arus hidup yang identik dengan perubahan, namun di sisi lain jangan sampai diatur bahkan dibunuh oleh perubahan. Dapatkah kita menemukan model pembelajaran yang membimbing anak didik bisa berlari cepat tetapi selamat, mampu menangkap keuntungan secara cepat, di sisi lain  tidak menjadi korban kerasnya   arus hidup globalisasi. Modal kesuksesan pembelajaran di era modern ini nampaknya tertumpu pada kualitas intelektual, penguasaan sistim teknologi, di sisi lain harus dilandasi oleh etika, moral dan agama.

Makna dari Suatu Pembelajaran

Ajaran Islam memaknai bahwa keberlangsungan seseorang belajar harus berlangsung sepanjang hayat, artinya bahwa dunia ini merupakan universitas kehidupan bagi manusia yang harus diisi dan dimaknai oleh karya-karya manusia itu sendiri. Secara akademis sekolah boleh selesai, namun belajar tidak ada kamus selesai. Mengingat pentingnya tugas utama seorang guru atau pendidik ia dituntut kreatif mengembangkan kemampuan dan kemauan belajar baik bagi murid maupun bagi dirinya sendiri untuk kemaslahatan bersama.

Lahirnya tradisi kemampuan belajar sangat bergantung pada hal-hal berikut :

a.       Hendaklah dibangkitkan kesadaran bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan,  bukan sekedar kewajiban. Inilah point terpenting tugas seorang guru, yaitu menjadikan belajar sebagai suatu kebutuhan dalam hidup.

b.      Pahamilah secara jernih  bahwa kesadaran dan kemauan belajar hanya akan tumbuh menjadi sebuah kesenangan dan tradisi apabila murid merasakan kegunaan atau keuntuangan dan merasakan bahwa dirinya terangkat lebih tinggi beberapa derajat dalam kehidupan bersama dibandingkan dengan mereka yang kurang belajar (QS.58:11) 

c.       Kesenangan dan tradisi belajar akan terus berkembang apabila murid tahu dan menguasai cara belajar. Makin besar kemampuan belajar maka semakin efektif dan produktif hasil belajarnya.

d.      Kegemaran dan kemampuan belajar akan teus berkembang dan mendorong  pengamalan belajar.

e.       Salah satu cara dalam memberikan pelajaran untuk mengembangkan rasa ingin tahu, guru seharusnya menanyakan pada murid, “apa atau bagaimana pendapatmu” dan bukan menginstruksikan “kamu perlu mengetahui ini dan itu”.Juga “kamu harus melakukan ini dan itu”

f.        Selanjutnya, melalui belajar  dari pengalaman dan mengamalkan belajar dalam kehidupan  akan terbuka dan berkembang lebih lanjut kemampuan belajarnya.

Inilah tugas dan tanggung jawab khususnya bagi para pendidik menjadikan belajar sebuah kesenangan, merekayasa pembelajaran menjadi sebuah kebutuhan, mengasah  terus kemampuan para pelajar  untuk bersemangat  dan enjoy dalam belajar, dan yang terpenting adalah penguasaan dan pengembangan IPTEK sebagai modal atau sumber pembangunan kehidupan, di sisi lain tidak meninggalkan etika ,moral dan agama sebagai pondasi kekuatan kehidupan modern dan masa depan.Insya allah jika budaya belajar telah tumbuh seperti diatas, akan lahir budaya belajar dalam kehidupan sehari-hari yang pada ujungnya tumbuhlah  masyarakat ilmiah.   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s